GIT
This blog contains about GIT and GITLAB
HALOOO. Yeah, back to my blog! Disini Aku akan menjelaskan pengertian dan cara upload dari git and gitlab. Bacanya pelan-pelan yaa, resapii dan pahamii agar bisa membantu pemahaman teman-teman semua. Enjoi!
Git adalah perangkat lunak pengontrol versi open-source yang digunakan untuk mengelola kode sumber. Git memungkinkan pengembang perangkat lunak untuk melacak perubahan kode sumber dan bekerja secara bersama-sama dalam proyek dengan aman. Git diciptakan oleh Linus Torvalds pada tahun 2005 dan saat ini digunakan oleh jutaan pengembang perangkat lunak di seluruh dunia. Git memungkinkan pengembang untuk bekerja secara lokal di komputer mereka sendiri atau di server jarak jauh dan mendukung fitur seperti branching, merging, dan tagging yang memudahkan pengembangan proyek berskala besar. Selain itu, Git juga memiliki dukungan untuk kolaborasi yang memudahkan pengembang untuk bekerja bersama-sama dalam proyek secara online.
Berikut adalah langkah-langkah untuk meng-upload (push) kode sumber ke repository Git:
1. Buat repository Git kosong
Buat repository Git kosong di GitHub atau GitLab. Jika Anda menggunakan Git di komputer lokal, buat direktori baru untuk proyek dan inisialisasi repository Git dengan perintah "git init".
2. Tambahkan file ke repository
Tambahkan file ke repository Anda dengan perintah "git add <nama file>". Anda juga bisa menambahkan semua file dengan perintah "git add .".
3. Commit perubahan
Buat commit untuk perubahan yang telah Anda tambahkan dengan perintah "git commit -m "pesan commit"". Pastikan untuk memberikan pesan commit yang jelas dan deskriptif.
4. Hubungkan repository lokal ke repository jarak jauh
Hubungkan repository lokal Anda dengan repository jarak jauh (seperti yang Anda buat di GitHub atau GitLab) dengan perintah "git remote add origin <URL repository jarak jauh>". Pastikan untuk mengganti <URL repository jarak jauh> dengan URL repository Anda.
Push perubahan: Push perubahan ke repository jarak jauh dengan perintah "git push -u origin master". Pastikan untuk mengganti "master" dengan nama cabang yang sesuai dengan proyek Anda.
Setelah langkah-langkah di atas selesai, kode sumber Anda akan di-upload (push) ke repository Git. Anda dapat melihat kode sumber Anda di repository yang telah Anda buat di GitHub atau GitLab.
MANFAAT GIT
Nah, beberapa menfaat yang akan kamu rasakan setelah bisa menggunakan Git adalah sebagai berikut:
- Bisa menyimpan seluruh versi source code
- Bisa paham cara kolaborasi dalam proyek
- Bisa ikut berkontribusi ke poryek open-source
- Lebih aman digunakan untuk kolaborasi, karena kita bisa tahu apa yang diubah dan siapa yang mengubahnya.
- Bisa memahami cara deploy aplikasi modern
- Bisa membuat blog dengan SSG.
- dan sebagainya…
Apa itu GitLab?
GitLab adalah layanan Git untuk menunjang manajemen pengembangan web. Git sendiri merupakan controlling tools yang dapat memantau semua perubahan pada file proyek. Dengan demikian, developer tidak perlu membuat ulang atau menghapus file tersebut.
Anda cukup menggunakan koneksi internet saja dan proses CI/CD akan berlangsung secara otomatis. Mulai dari integrasi kode, pengujian, hingga perintah commit. Hal ini dapat menjembatani antara tim developer dan tim operasional dengan lebih mudah.
Layanan ini menyediakan repository terbuka berbasis cloud, tracking pembagian kode, serta wiki space. Platform DevOps yang lengkap memungkinkan tim untuk mengerjakan perencanaan proyek, pengelolaan source code, hingga pemantauan dan keamanan.
Lantas, apa perbedaan antara GitLab dengan GitHub?
Keduanya memang dikenal khalayak sebagai rival. Namun, jika dibandingkan, maka kini GitHub masih tergolong lebih populer, Meskipun begitu, GitLab juga memiliki segudang selling point seperti fitur-fitur DevOps yang mencakup keamanan, integrasi berkelanjutan, dan tool app deployment.
Fitur dan Fungsinya
Dengan menggunakan GitLab, Anda akan mendapatkan alur manajemen git-repository yang handal. Selain itu, penggunaannya dapat melibatkan beberapa orang sehingga sifatnya kolaboratif. Dilansir dari Educba.com, berikut fitur dan fungsi GitLab secara lebih lengkap:
- Docker – menampung semuanya dalam suatu “wadah” secara bebas melalui in-built registry yang bisa langsung digunakan tanpa perlu konfigurasi.
- Third-party Servers – digunakan untuk mengelola kumpulan file yang menunjang aplikasi.
- Infrastructure Management – menunjukkan seberapa baik Kubernetes diatur sehingga dapat membantu proses integrasi di dalamnya.
- Deployment – menjamin kualitas dasar dengan menyebarkan tiap cabang dan menggabungkan tim Dev bersama tim QA.
- Project Management – menyediakan alur kerja yang ekstensif, seperti pencapaian grup, grafik burnup dan burndown, target penyelesaian masalah, serta memungkinkan ekspor kode dalam jumlah besar.
- Integrated Monitoring – mengumpulkan semua pengukuran kinerja untuk aplikasi dan server yang membantu pengguna menentukan efek dari sistem produksi.
Cara Menggunakan GitLab
Apakah Anda tertarik untuk mencoba platform ini? Jika iya, maka kami sarankan untuk memahami langkah-langkahnya terlebih dahulu. Mulai dari menginstal, melakukan registrasi, hingga implementasinya pada pengembangan web. Simak caranya di bawah ini:
1. Registrasi dan Login GitLab
Langkah pertama adalah membuka situs gitlab.com, Sebagaimana registrasi akun pada umumnya, Anda cukup mengisi identitas dan menjawab pertanyaan pada form yang disediakan.
Setelah itu, cobalah untuk login dan lengkapi profil Anda. Klik icon avatar pada pojok kanan atas halaman dan pilih Settings.
2. Install Aplikasi Git
Jika belum mempunyai aplikasi Git pada perangkat Anda, maka cobalah install terlebih dahulu. Caranya cukup mudah. Pertama, Anda harus mengunduh file aplikasi pada situs resminya. Sesuaikan pada sistem operasi komputer Anda, Setelah setup selesai, tentukan File Editor lalu atur Path Environment.
Jika berkenan, maka Anda juga bisa menentukan opsi ekstra. Mulai proses instalasi dan apabila sudah berhasil, jangan lupa untuk cek versi Git. Dengan demikian, aplikasi Git Anda siap digunakan.
3. Buat Project
Pada bagian atas halaman, terdapat tanda plus (+). Silahkan klik tombol tersebut lalu pilih New Project. Nantinya akan terbuka halaman baru berisi form nama proyek dan deskripsinya. Silahkan atur visibility level dan README-nya. Apabila sudah terisi, maka tekan tombol Create Project.
Setelah itu, Anda akan mendapatkan perintah-perintah untuk memulai repository baru. Berikut contoh command line instructions GitLab:
Login
- git config –global user.name “Example”
- git config –global user.email “example@email.com”
Pembuatan repository baru
- git clone https://gitlab.com/Example/ProjectName.git
- cd ProjectName
- touch README.md
- git add README.md
- git commit -m “add README”
- git push -u origin master
Keluar dari folder
- cd existing_folder
- git init
- git remote add origin https://gitlab.com/Example/ProjectName.git
- git add .
- git commit -m “Initial commit”
- git push -u origin master
Keluar dari repository Git
- cd existing_repo
- git remote add origin https://gitlab.com/Example/ProjectName.git
- git push -u origin –all
- git push -u origin –tags
4. Upload dan Update Project
Copy-paste semua directory (folder) beserta file yang dibutuhkan ke dalam directory project. Anda bisa menambahkan perubahan pada file, melihat perubahan, dan menyimpan perubahan. Anda dapat mengupload perubahan tersebut melalui perintah push.
Cobalah refresh halaman GitLab Anda. Selamat! Project pertama Anda sudah berhasil diupload.
Keunggulan GitLab
Setelah mengetahui layanan ini secara garis besar, apakah Anda masih ragu untuk mulai menggunakannya? Berikut kami berikan alasan mengapa GitLab penting bagi proses pengembangan web Anda:
1. Gratis dan Praktis
Keuntungan signifikan dari layanan ini adalah tersedia secara gratis dan mudah untuk dikelola dan dikonfigurasi. Ini memungkinkan hanya sejumlah repository pribadi, mengintegrasikan beberapa API dan server pihak ketiga. Selain itu, code requests membuatnya lebih ringkas dan ramah pengguna.
2. Kolaboratif
Layaknya Microsoft Teams, GitLab juga bisa digunakan untuk banyak orang. Ia membagikan sejumlah kecil kode dari suatu proyek, sehingga developer dapat fokus mengerjakan bagian mereka saja. Mereka juga tidak perlu memiliki keseluruhan kode untuk terlibat dalam proyek.
3. Open-Source
GitLab CE memiliki versi open-source yang memudahkan pengguna menemukan server kode mereka. Terdapat pula fitur-fitur seperti public dan private repository yang dapat Anda gunakan secara gratis tanpa batas.
Kesimpulan
GitLab adalah platform manajemen kode DevOps berbasis Git yang populer karena sejumlah fitur-fiturnya yang sangat bermanfaat. Integrasi terbuka dan fungsionalitas API, menjadikannya opsi yang sangat baik bagi banyak pengembang web atau tim lainnya.
Cara penggunaan layanan ini memang gampang-gampang susah, namun Anda dapat dengan mudah melakukannya jika sudah memahami langkah-langkahnya dengan baik. Bila Anda mengincar kemudahan dan praktis dalam membagi kode sumber, maka coba pertimbangkanlah layanan ini.
Sekawan Media membuka jasa pembuatan aplikasi berbasis web dan mobile untuk membantu Anda dalam mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi dengan bisnis Anda.
Komentar
Posting Komentar